Rabu, 07 Maret 2018

Jodoh dan Ikat Rambut

Hari ini kubelajar tentang hal baru. Kata orang jodoh itu tak ke mana. Selama ini aku berusaha untuk percaya, walau terkadang hatiku menafikkannya. Tapi hari ini aku mulai yakin. Benar memang. Jodoh itu tak ke mana. Ia akan Allah pertemukan dengan cara dan skenario yang tak diduga.

Jadi gini ceritanya.

Sepagi ini, aku kedatangan tamu, dia orang Pesisir, aku orang Bukittinggi. Aku bahkan tak kenal dengannya, dia juga. Nah, jadi dia ini adalah teman dari kakak abang iparku. Ribet kan? Iya jadi gini, aku kan punya kakak, nah dia kan punya suami. Suaminya ini punya kakak juga. Nah teman kakaknya itulah yang berjodoh denganku. Maksudku bukan jodoh dalam artian "ke arah sana" ya. Dia perempuan soalnya. Hehe

Jadi gini, dia ada keperluan datang ke Padang, nah dia numpang nginap lah di wismaku. Terus dia minjam ikat rambutku, karena katanya lupa bawa. Dan aku kasih. Nah di sana poinnya. Ikat rambut itu intinya.

Pasalnya, aku mendapatkan ikat rambut itu dari seorang teman, namun tak pernah kupakai. Bukan apa-apa. Ikat rambut itu terlalu kedodoran untukku, apalagi tempo hari rambutku sering berguguran. Biasalah, efek skripsweet yang masih belum kelar. Miris pemirsah.

Jadi maksudku, kalau jodoh memang tak ke mana. Ikat rambut itu sudah lama ada padaku, tapi karena memang ga berjodoh denganku, akhirnya ia pergi dariku. Ia pergi menemui jodohnya. Begitulah skenario Allah, tak pernah terpikirkan, tak terduga, dan penuh misteri.

Sekarang kuyakin, jodoh memang tak akan pernah tertukar. Aku pasti akan dipertemukan dengan jodohku nanti, begitu juga dengan kau. Jadi, tak perlulah kiranya dari sekarang memulai pendekatan dengan orang asing yang belum tentu akan menjadi jodoh kita. 😉

Tidak ada komentar:

Posting Komentar